Penyakit Pada Paru-Paru Ini Sangat Beresiko

Kanker merupakan sama saja dengan kanker yang terjadi pada bagian tubuh yang lain. Ada sel yang berkembang secara tidak normal sehingga mengganggu kinerja organ tersebut. Bila tidak segera terdeteksi dan diobati, kanker paru-paru akan menular ke organ dalam tubuh manusia yang lain. Ciri0ciri yang bisa terlihat dari seorang penderita kanker paru-paru adalah batuk yang diderita tidak kunjung sembuh atau justru cenderung lebih parah. Selain itu, ada dahak atau mungkin darah yang terkandung dalam batuk tersebut. Bila demikian, tubuh akan cepat terasa lelah karena sulitnya melakukan pernapasan dengan baik. Dada akan terasa sakit ketika melakukan aktivitas tersebut. Kegiatan bernapas yang dilakukan akan menghasilkan bunyi mengi seperti yang diderita oleh seseorang yang terkena penyakit asma. Ada banyak tes yang harus dijalani untuk mendeteksi adanya kanker paru-paru dalam tubuh seseorang.

Pertama, ada rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh seseorang ketika menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Seseorang akan merasa sulit mendapatkan oksigen sehingga napas cenderung pendek. Jika seperti itu, biasanya seseorang akan merasa lebih cepat lelah sehingga tidak bisa melakukan kegiatan fisik yang banyak memakan energi. Selain itu, batuk yang tak kunjung sembuh juga bisa menjadi salah satu ciri seseorang mengalami penyakit paru-paru. Apalagi jika batuk yang lama diderita mengandung banyak dahak dan darah. Hal tersebut harus segera mendapat pertolongan dengan pihak yang lebih paham yaitu dokter.

Selain jenis penyakit paru-paru yang telah dijelaskan, tentunya ada banyak jenis penyakit paru-paru lain yang mungkin bisa diderita oleh manusia. Beberapa diantaranya adalah emboli paru, hipertensi paru, fibrosis dan sarkoidosis paru yang bisa menjadikan paru-paru menjadi keras. Hal yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit tersebut tentu saja dengan menjalani pola hidup sehat.

Seperti yang telah disebutkan, tentu saja sebisa mungkin menghindari asap rokok. Meskipun menurut penelitian perokok pasif memiliki kemungkinan menderita suatu penyakit lebih besar daripada perokok aktif, bukan berarti menjadikan perokok aktif sebagai pilihan. Perokok aktif diharapkan harus lebih memerhatikan kesehatan pribadi dan orang di sekitarnya. Jangan sampai kebiasaan buruk tersebut juga akan merugikan orang lain.

Selain menghindari asap rokok, pola hidup sehat bisa didapat dengan olah raga secara teratur dan istirahat dalam jangka waktu yang cukup. Olah raga akan ematih ketahanan fisik seseorang sehingga daya tahan tubuh juga akan meningkat. Bila imunitas seseorang tinggi, penyakit akan kebal untuk hinggap. Istirahat yang cukup juga menjadi kunci lain agar kesehatan tubuh tetap terjaga. Dengan mengistirahatkan tubuh secara cukup, kita telah berusaha untuk memberi kesempatan tubuh beraktivitas lebih lama lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *